12 Juni 1992 - 12 Juni 2014
Alhamdulillah....
Aku nggak nyangka umurku bisa sampai 22 tahun, iya Dua Puluh Dua Tahun !! *biardramatis*
Udah 22 tahun juga aku dikasi kesempatan bernafas oleh Tuhan, aku diberikan kesempatan untuk merasakan bagaimana indahnya dunia. Yang padahal menurut aku pribadi, dunia ini kejam, kawan. Sangat kejam malah, setidaknya menurutku. Sudah banyak hal yang aku lalui dan lakukan selama hidup ini, tapi kok ya aku ngerasa belum begitu banyak kebaikan yang ditanamkan. Mungkin karena aku ngerasa masih muda (?). Entahlah, yang dipikiranku cuma maen dan maen. Aku tahu, nggak selamanya aku terus-terusan seperti ini yan lebih banyak maennya ketimbang beramalnya. Aku ngerasa udah dewasa, dan aku harus membenahi hidupku agar lebih baik lagi. Agar lebih banyak melakukan hal yang bermanfaat daripada yang tidak bermanfaat sama sekali (contohnya gosip sama temen-temen rempong). Dan itu yang sedang aku coba lakukan sekarang.
Dua Puluh Dua Tahun sudah, aku belom pernah ngerasain yang namanya merayakan hari ulang tahun. Aku nggak pernah yang namanya dikasi kue tart. FYI aja, baru diumur 22 ini aku ngerasain yang namanya tiup lilin. Aku menyedihkan? Iya. Aku emang nggak pernah merayakan ulang tahun sekali pun, karena aku bukan termasuk orang 'berada'. Jangankan beli kue, beli beras buat makan aja susah. Tapi itu semua nggak mengurangi rasa bahagiaku, karena selalu setiap aku ulang tahun, orang-orang yang sayang sama aku nggak pernah lupa hari bersejarah itu, begitu saja sudah cukup.
 |
| Ini kue pertama aku |
|
|
|
|
|
|
|
Aku mau ngucapin makasih dulu buat temen-temen seperjuangan, ada Kak Uly, Jojo, Ade. Makasih buat surprisenya, kalian terbaik.
Dari bulan lalu aku udah niat banget pengen ngadain syukuran kalo aku bisa menginjak usia 22 ini. Aku sangat ingin berbagi sama adek-adek di Panti Asuhan. Sebelumnya mohon maaf, aku nulis cerita ini nggak ada maksud apa-apa, nggak bermaksud riya' juga. Aku hanya ingin berbagi cerita, berbagi kebahagiaan, dan aku akan lebih bersyukur lagi kalo ada yang melakukan hal serupa seperti ini :)
Pada kesempatan lain, aku udah pernah mengunjungi mereka bareng anak-anak komunitas VGBFriends_SBY dan jelas, aku pengen ketemu mereka lagi. Jadi hari itu, Minggu 15 Juni 2014 aku berkunjung ke Panti Asuhan Roudhotul Jannah Surabaya. Sungguh, aku sangat rindu mereka. Aku rindu suasana di Panti ini. Dengan dibantu sahabat-sahabat terbaik, aku sukses ngadain syukuran disini. Sekali lagi, terima kasih untuk kalian yang sudah berkenan meluangkan waktu untuk acara ini : Kak Uly, Ari, Eka, Ramadi, Bambang, Dita, Excel, makasih banyak. Aku sangat bahagia, belum pernah se-bahagia ini.
Sebenernya bukan itu sih fokus aku nulis cerita ini, aku ingin berbicara lebih jauh lagi tentang mereka. Tentang adik-adik yang ada di Panti ini. Dengan melihat mereka saja, kita sudah bisa belajar banyak hal. Aku sekarang lebih tahu bagaimana caranya menghargai uang, bagaimana caranya bersyukur, bagaimana menghargai waktu bersama keluarga. Aku malu. Terkadang aku menghabiskan banyak uang untuk hal-hal yang nggak begitu penting sedangkan disana masih banyak anak-anak seperti mereka yang susah makan. Aku, buat menghubungi Ayah saja, atau keluarga dirumah kadang males loh sedangkan mereka aja nggak tahu mau menghubungi siapa. Aku masih punya keluarga yang utuh sedangkan mereka enggak. Tapi apa? entah mengapa mereka terlihat lebih bahagia, jauh lebih bahagia daripada aku sendiri. Aku tahu mereka sudah tidak punya siapa-siapa lagi, tapi kenapa mereka bisa setenang itu? Kenapa mereka bisa menunjukkan senyum semanis itu? Seolah-olah nggak ada sedikitpun beban yang mereka rasakan. Aku peluk mereka, disitu aku ngerasain satu hal yang ingin mereka sampaikan tapi nggak bisa. Kerinduan, cukup dengan pelukan saja aku sudah tahu jika mereka merindukan sebuah pelukan dari seseorang yang sangat mereka cintai, pelukan hangat dari orang tua. Ingin rasanya aku menangis saat itu juga, tapi aku malu. Mereka saja tersenyum manis, masa iya aku yang nangis?


 |
| Senyum-senyum indah :) |
Kalian bisa lihat senyum mereka? Aku tak ingin senyum ini hilang sedikit pun dari wajah mereka, sungguh tak ingin. Sekarang aku sadar, ternyata bahagiaku tak hanya jalan-jalan dengan kawan, nonton, belanja, menghabiskan banyak waktu dan uang untuk hal yang tak begitu penting seperti itu. Bahagiaku, cukup hanya dengan berbagi dengan adik-adik ini. Melihat mereka tersenyum, dan merasa sangat disayangi oleh mereka. Kalian tahu, do'a anak yatim itu sangat mulia, bahkan setara dengan do'a orang tua kita. Aku sangat bersyukur berada ditengah-tengah mereka, tanpa aku minta pun...mereka memberikan begitu banyak do'a dengan sangat tulus dihari bahagiaku. Mereka bahkan tak ingin aku pergi dari sana, mereka ingin aku tinggal bersama mereka, ah...kalian sangat manis, sungguh :)
Jujur, aku sangat ingin terus bisa bersama kalian. Menemani, mendengarkan cerita kalian, berbagi ilmu tentang apapun, aku sangat ingin. Seperti janjiku, mungkin tak selalu dan setiap saat aku bisa bersama kalian, tapi aku pasti, PASTI akan menyempatkan waktu mengunjungi kalian jika ada kesempatan. Pelukan kalian membuatku ingin tetap tinggal.
 |
| Ada yang ngelamun, tuh.... |
Kira-kira itu beberapa foto kebersamaan kami. Memang nggak begitu banyak yang bisa aku kasiin ke mereka, tapi setidaknya aku membuat mereka tersenyum bahagia, Insya Allah...semoga berkah. Aamiin!
 |
| Foto terakhir sebelum pulang.... |
Jadi gini, banyak hal di dunia ini yang sebenarnya walaupun hal kecil sekalipun padahal sangat penting namun sering kita acuhkan begitu saja. Contoh kecil, menghubungi orang tua bagi anak rantau seperti aku dan teman-teman di Surabaya ini. Tak sedikit dari kami, lebih memilih untuk rutin menghubungi kekasih hati ketimbang sekedar memberi kabar kepada orang tua padahal kita tahu bagaimana khawatirnya orang tua dirumah dengan keadaan kita walaupun mereka percaya kita bisa menjaga diri sebaik mungkin. Luangkanlah waktu sedikit apapun itu untuk sekedar memberi kabar ke orang tua selagi mereka masih ada. Kirim SMS, mungkin? nggak susah kan?
Melihat adik-adik yang tidak memiliki orang tua seperti ini sungguh membuat hati tersayat. Aku lebay? biarkan. Aku hanya tidak mengerti, kenapa sanak saudara mereka tak merawatnya saja? Kenapa harus dibiarkan di Panti Asuhan? Memberi makan anak yatim itu nggak akan bikin kalian bangkrut, kok. Jadi apa yang membuat kalian tega meninggalkan mereka disana???? Ah...sudahlah. Kadang aku tak mengerti apa yang mereka inginkan dan pikirkan. Mari, kita sama-sama, jika mempunyai rejeki lebih berbagilah kepada mereka yang membutuhkan. Sekecil apapun itu, percayalah...mereka akan sangat senang dan rejeki kita akan semakin berkah. Aamiin ya Rabbal'alamiin
NB : Semoga tulisan ini bermanfaat dan tidak menganggap ini adalah riya' yaaa ^^